Ini posting khusus yang ditujukan buat temen gw, namanya Novita, yang lebih memilih dipanggil Opi daripada Novi. Alasan judulnya “A Letter to Opi(se)” adalah supaya rhyming sama lagu The Cure “A Letter to Elise“. Supaya lebih catchy gitu. 😀

Adalah Opi, seorang pegawai baru di kantor gw. Beberapa hari yang lalu dia pingsan di kantor. Penyebabnya gw ga tau pasti. Rekam medisnya pun gw ga pegang. Sumpah! Tapi yang jelas ada satu peristiwa yang kata dia jadi salah satu pemicu (cuma kita yang tau, why do you want to know so much? :D) Peristiwanya remeh, untuk ukuran gw, tapi kayanya ga buat dia. So the next day after she’s admitted to hospital, I chatted with her and I send this song. I picked this song because I think it’s pretty relevant to what she’s going through right now. Dan gw terlanjur menjanjikan penjelasan kenapa gw pilih lagu ini buat dia. Damn. 😀 So here it is.

I don’t know where I crossed the line
Was it something that I said
Or didn’t say this time
And I don’t know if it’s me or you
But I can see the skies are changing
In all the shades of blue
And I don’t know which way it’s gonna go

If it’s gonna be a rainy day
There’s nothing we can do to make it change
We can pray for sunny weather
But that won’t stop the rain
Feeling like you got no place to run
I can be your shelter ’til it’s done
We can make this last forever
So please don’t stop the rain

(Let it fall, let it fall, let it fall)
Please don’t stop the rain
(Let it fall, let it fall, let it fall)
Please don’t stop the rain

I thought that time was on our side
I’ve put in far too many years
To let this pass us by
You see life is a crazy thing
There’ll be good time and there’ll be bad times
And everything in between
And I don’t know which way it’s gonna go

If it’s gonna be a rainy day
There’s nothing we can do to make it change
We can pray for sunny weather
But that won’t stop the rain
Feeling like you got no place to run
I can be your shelter ’til it’s done
We can make this last forever
So please don’t stop the rain

(Let it fall, let it fall, let it fall)
Please don’t stop the rain
(Let it fall, let it fall, let it fall)
Please don’t stop the rain

Oh we’re a little closer now
And finding what life’s all about
Yeah I know you just can’t stand it
When things don’t go your way
But we’ve got no control over what happens anyway

If it’s gonna be a rainy day
There’s nothing we can do to make it change
We can pray for sunny weather
But that won’t stop the rain
Feeling like you got no place to run
I can be your shelter ’til it’s done
We can make this last forever
So please don’t stop the rain

(Let it fall, let it fall, let it fall)
Please don’t stop the rain
(Let it fall, let it fall, let it fall)
Please don’t stop the rain

(Let it fall, let it fall, let it fall)
Can’t stop it no, you can’t stop it, just can’t stop the rain
(Let it fall, let it fall, let it fall)
Let it fall, please don’t stop the rain

Menginterpretasikan lagu adalah salah satu permainan yang paling menarik ketika masih kuliah dulu. Jadi tulisan ini selain untuk Opi juga untuk mengenang masa-masa indah kuliah gw dulu. Wae!!! Lulus aja enam tahun, yeah you may laugh.

Di verse pertama dan kedua:

But I can see the skies are changing
In all the shades of blue
And I don’t know which way it’s gonna go

If it’s gonna be a rainy day
There’s nothing we can do to make it change
We can pray for sunny weather
But that won’t stop the rain

First thing first, skies menurut gw bisa dianalogikan sebagai kehidupan karena melambangkan sesuatu yang luas. Kemudian langit yang luas tersebut dibayangi oleh shades of blue. Blue sudah lazim digunakan untuk mewakili perasaan sedih. Atau bisa juga dimaknai sebagai hal yang tidak terduga. Out of the blue. Terus selanjutnya analogi hujan yang digunakan di sini. Hujan selain bisa jadi berkah saat musim kemarau bisa juga dianggap ‘bencana’. Hujan bisa bikin banjir atau sesederhana ga bisa keluar rumah dengan leluasa dan menjalani aktivitas (kehidupan) seperti biasa.

Jadi berangkat dari argumen tersebut anggaplah hujan sebagai penghalang. Kalau sudah hujan terus mau apa? Mau protes di Twitter atau ngeluh ke Tuhan pun udah ga bisa. Kita bisa berdoa biar hujan (halangan) berhenti. Tapi hujan pasti ga mau denger dan tetap jatuh membasahi bumi. Begitupun masalah dalam hidup, kita bisa aja berdoa supaya masalah berhenti tapi masalah pasti seolah tidak mau peduli dan terus datang. Tergantung kita menyikapinya. Menjadikan masalah sebagai MASALAH BESAR atau cuma sekadar masalah.

Beralih ke lirik selanjutnya:

You see life is a crazy thing
There’ll be good time and there’ll be bad times
And everything in between
And I don’t know which way it’s gonna go

Hidup itu memang gila. Pasti ada saat-saat bahagia dan sedihnya. Atau bahkan di antaranya. Ga ada yang tahu kemana hidup akan membawa kita. Itu terjemahan kasarnya. I couldn’t agree more. We expect the unexpected in life. Satu-satunya yang pasti dalam hidup itu ya cuma ketidakpastian. Selebihnya kita yang harus mempersiapkan diri sendiri sama arah kehidupan kita. Kemanapun akan dibawanya. After all, we live only once so we should make the best out of our time. Don’t complicate things.

Ini bagian yang paling gw suka dan paling dalem, buat gw juga:

Yeah I know you just can’t stand it
When things don’t go your way
But we’ve got no control over what happens anyway

Ga semua hal berjalan sesuai dengan keinginan kita. Kadang-kadang kita ga tahan, merasa keadaan ga adil buat kita, orang-orang selalu mengecewakan. Gw sendiri sering dibilang apatis sama orang-orang terdekat gw (bukan curhat). Bukan, gw bukan apatis atau apalah label yang diberikan mereka. Gw cuma berusaha untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal di luar kuasa gw. Membuat mereka untuk berpikir gw bukan seorang yang apatis itupun udah termasuk hal yang di luar kuasa gw.

Memikirkan hal-hal yang bisa kita kendaliin aja udah luar biasa exhausting apalagi ditambah dengan pikiran-pikiran di luar kuasa kita. Kita ga bisa ngendaliin pikiran orang, kita ga bisa menolak takdir Tuhan, meskipun banyak orang bilang kita mesti berusaha sebelum pasrah. Ini salah (ini sama sekali bukan justifikasi untuk malas berusaha, ini beda kasus).  The Almighty has a greater scheme for each of us. It’s our duty to give ourselves to connect the dots. Pada akhirnya kalo hal berjalan tidak sesuai rencana kita, berhenti untuk menyalahkan diri sendiri. Sesuatu hal terjadi pasti ada sebabnya. Anggap aja sebuah masalah blessing in disguise yang akan membimbing lo ke hal baik lainnya.

Jadi intinya, don’t sweat the small stuff. Small adalah ukuran yang ga jelas kalo kata dosen gw. Kalo dia baca dia pasti nanya, “How small is small?” atau “Define small!” Oke, challenge accepted. Yang gw maksud hal kecil belum tentu juga hal yang kecil untuk ukuran orang lain, bukan? Iya, semua orang punya toleransi berbeda dalam menilai masalah. Yang jadi masalah adalah jika semua hal dijadikan masalah. Jadi besarkanlah diri sendiri, jauh lebih besar dari semua masalah. Sehingga ketika masalah menghadang kita udah siap ngatasinnya karena kita sudah dipersenjatai mental sebesar Wisma Antara (damn I love my job :D). Atau kalo udah ga sanggup menjalani sendiri, ya berserah like an old saying “God is bigger than our problems.”

Let it fall, let it fall, let it fall…
Please don’t stop the rain

~Cepet sembuh pi!~

Advertisements