Sebagian dari kalian mungkin bertanya, “Notepad? NOTEbook kali,” atau “Notepad? TouchPAD kali, tablet buatan HP itu.” Bukan, gw belum pernah nyobain sama sekali gadget mahal itu. Ini Notepad, yang bisa diakses dengan menahan tombol gambar windows (tombol di antara tombol CTRL dan ALT) di keyboard sembari memencet tombol R untuk membuka modus Run abis itu ketik ‘notepad’ lalu tekan Enter.  Sudah?

Bukan ini juga bukan tutorial komputer. ( -.-” For real man. Did I bored u?). Okay, enough with teasing part, it’s getting lame.

Begini ceritanya, belakangan ini gw sering berinteraksi atau beraksi – inter kan dua arah, ah screw it! – dengan Notepad. Semakin lama gw bergaul dengannya, semakin gw kagum akan dirinya. Jika harus menganalogikan kepribadian apa yang pengen gw punya dengan terminologi, atau bahkan tool teknologi, gw akan pilih notepad. Notepad itu sederhana di luar namun powerful di dalam. Dengan tampilan putih polos, notepad memang jauh dari definisi menarik.

Di kehidupan nyata banyak orang tampil maksimal, mewah, perlente, kekinian. You name it. Tidak sedikit pula orang yang menilai orang dari penampilan luar. Memang itu hal yang wajar. We involuntary do this, it’s  inevitable. Oleh karenanya banyak orang terjerembab masuk dalam sekawanan manusia (kawanan biasa dipakai untuk merujuk kelompok singa, ya memang manusia jika dalam menilai orang bisa menjadi  sebuas singa) yang menuntut orang untuk tampil ‘so-called trendy’. They spend alot, I tell u, alot of money, to groom themselves to be a superficial beauty. Yes, not all the beauties are dumb. But mostly they are. So don’t expect much if you talk with them about something which undeniably urged you to take harder effort to comprehend it. They will see you as a boring person.

Banyak dari orang-orang sekarang yang terlalu sibuk memperindah tampilan daripada menabung pengetahuan untuk sekedar menjadi teman bicara yang asyik. Notepad, alih-alih tampil maksimal, dia memilih untuk tetap low-profile. Menurut gw, notepad merupakan produk bawaan Windows paling evergreen, jika dibandingkan dengan Internet Explorer yang telah gugur di medan perang browser. Dia tetap setia menemani simple typing untuk berbagai kebutuhan seperti mencatat skor remi di kala main remi sampai subuh di kostan atau bahkan hal paling rumit sekalipun seperti untuk menulis script HTML atau programming.

Ini beberapa keunggulan notepad yang (mungkin) relevan dengan sikap manusia yang seharusnya kita tiru:

Notepad itu Sederhana 

Dia memilih untuk tampil dengan antarmuka putih polos, di tengah maraknya rancangan antarmuka software yang lavish. Dia tampil sederhana tanpa memedulikan orang mau bilang kuno atau ketinggalan zaman. Jika dibandingkan dengan orang zaman sekarang yang selalu ‘nurut’ tuntutan sekitar untuk tampil wah dan selalu ingin mencoba sesuatu yang baru yang belum tentu pantas dipakainya, notepad itu teguh. Teguh pada tampilan sederhana yang menjadi ciri khasnya sendiri. Tanpa harus ikut-ikut konvensi orang tentang tren.

Notepad itu Serba Bisa Tanpa Harus Pamer

Dia bisa dipakai untuk sekedar menulis coret-coretan puisi yang belum dipasang di blog,  bisa untuk nulis script HTML atau programming (jika mampu). Beda halnya dengan orang-orang yang tidak biasa di atas. Baru dipuji sedikit langsung membumbung tinggi dan tidak mau lagi memijak tanah. Ada kalanya orang-orang dengan satu keahlian tertentu sudah pamer, acting as if he’s the One and nobody else could compete with him. Notepad keep it cool even if sometimes it is underestimated by people who judge by its interface.

Notepad itu Selalu Ada Ketika Dibutuhkan

Pernah format ulang komputer? Trus CD Microsoft Office main petak umpet sama kita? Dan di hari yang sama tugas numpuk dan BESOK deadline !!! Ga ada Microsoft Word, notepad-pun jadi. Memang butuh pengorbanan lagi untuk memindahkan teks di notepad ke Word komputer lain. Tapi di kala apa yang mau ditulis sudah berada di ujung dan tidak ada penyaluran (semoga tidak terdengar porno), notepad sedia membantu. Anytime. Dan dia tidak memberi janji palsu seperti yang kebanyakan kita lakukan ketika ada teman yang berada dalam kesulitan dan berjanji untuk membantunya.

So next time you think you need a humble, be-your-self, anti-mainstream, somebody-you-could-rely-upon – role model, think of notepad!

Advertisements