Ketika tidur nyaman jadi barang mewah.

Semua orang butuh tidur. Cara mereka berbeda. Jam mereka berbeda.

Ada yang tidur beralaskan karton di beranda toko dibalut dingin yang menusuk tulang.

Ada yang tidur bergelantungan pada sebuah handler di kereta karena pagi membangunkan paksa mata yang belum lagi sembuh memerah setelah menatap layar komputer kemarin.

Ada yang tidur di siang hari karena harus shift malam yang membuat badan tidak sempat memerangi karsinogen penyebab kanker.

Ada yang tidur di siang hari dengan menutup kepala dan menutup mata tapi pikiran dan telinga tidak terpejam berjaga-jaga jika nanti dilempari penghapus dan makian.

Dan ada juga yang tidur nyenyak dengan uang banyak. Siang hari memakai suit, malam hari dipesankan suite di hotel bintang lima mungkin tujuh yang tentu saja membuat mereka anti-pusing.

Dan kini mereka masih mau kursi bernilai setara dengan 240 kasur anak kost hanya untuk duduk?

Semoga mereka tidak hanya duduk tapi juga ‘tertidur’ dengan pulas.

Advertisements