Saya skeptis dengan carut-marutnya legalisasi organisasi destruktif seperti FPI di negeri ini. Pemerintahan tertinggi setingkat presiden pun bahkan tidak mengambil langkah nyata untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama. Our president do nothing except diplomatically saying ‘prihatin’.

Baru-baru ini saya juga berdiskusi dengan teman saya tentang perumahannya di Bandung yang ramai-ramai diserbu FPI karena banyak rumah tinggal di daerahnya dijadikan tempat ibadah(gereja). Saya tidak serta-merta membela orang Kristen yang dizalimi (meminjam istilah Muslim). Saya sadar hukum, rumah ibadah memang seharusnya mempunyai izin khusus untuk dijadikan rumah ibadah.

Tapi pada kenyataannya orang-orang Kristen sulit mendapatkan izin bangunan untuk mendirikan tempat ibadah. Gereja saya sendiri mendapatkan izin resmi dari Pemerintah Daerah Tangerang, for God knows how long. Setelah prosedur dan birokrasi panjang dan lempar sana-lempar sini. Coba bandingkan dengan pendirian sebuah mesjid/paling tidak musholla. Hampir selalu ditemui mesjid atau musholla setiap 500m. Orang-orang kaya bisa membangun musholla sendiri, dengan tujuan untuk menambah aura positif/berkah karena didoakan oleh banyak orang (correct me if i’m wrong). Lalu kalau mendapatkan perizinan tempat ibadah sesulit itu, apakah bisa disalahkan kalau rumah tinggal dijadikan tempat ibadah? Ada satu alasan kenapa rumah tinggal tidak boleh dijadikan rumah ibadah, yaitu karena mengganggu ketentraman (karena berisik pake nyanyi-nyanyi waktu ibadah). Ini alasan paling lucu. Don’t they count the desibel of their ToA?

Front Pembela Islam yang ramai-ramai menghakimi Ahmaddiyah sebenarnya sedang membela Islam atau membela ideologinya sendiri? Seriously, I’m thrilled of their exaggerated name. Siapapun Tuhan mereka, I don’t think their action makes any sense. Apakah Tuhan butuh dibela seperti itu? Bukan Dia sanggup melakukan apa saja? Termasuk memberantas orang kafir seperti Ahmadiyah (kalau benar mereka kafir). Bukankah Soddom dan Gommorah sudah jadi bukti bahwa Tuhan tidak tutup mata bagi orang-orang berdosa? Jadi apa gunanya mengambil tindakan yang seharusnya bisa dilakukan oleh Tuhan sendiri? Ingin disebut ‘tangan kanan’ Tuhan?

Saya sering bertanya dalam hati maupun verbal tentang ayat “Darah orang kafir halal untuk ditumpahkan”. I asked my friends about the concept, yet i still don’t get satisfying answer. Yang saya ingin tahu adalah adalah apakah definisi ‘kafir’ sesederhana orang yang menganut agama berbeda atau agama lain yang mengusik agama tersebut?

I don’t say i hate Moslems in person, i just hate injustice. I respect them for what they believe in. I hate people who do such violence in the name of God. The measurement of ‘real’ human being is when they respect the difference.

Ah, tulisan ini hanya bentuk keprihatinan saya. Siapa tahu hanya dengan ‘the magic word prihatin’, saya bisa jadi presiden.

How long shall they kill our prophets,
While we stand aside and look?
Yes, some say it’s just a part of it
(Bob Marley-Redemption Song)

Advertisements